Mitra atau Pekerja Tetap? Status yang Menentukan Kesejahteraan Ojol

Selasa, 4 November 2025 17:05 WIB

Chandra Hadi Ramadhan – Reporter

Source: UNAS TV

JAKARTA – Pada Selasa 27 Oktober 2025, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan pemerintah tengah mengkaji Peraturan Presiden mengenai jaminan perlindungan bagi mitra pengemudi transportasi daring, meliputi ojek online serta kurir. Kebijakan ini berisi hal yang menunjang kesejahteraan dari para driver ojek online (ojol), seperti jaminan sosial, jaminan kecelakaan, jaminan kematian, dan beasiswa bagi anak-anak mereka.

Bantuan ini rencananya akan diberikan kepada 731 ribu driver ojek online (ojol) dan kurir. Dari kebijakan yang akan ditetapkan di tahun 2026 mendatang, Menaker Yassierli bertujuan agar memastikan adanya transparansi dalam hubungan kerja dan perlakuan yang setara antara pihak penyedia aplikasi dan pekerja. “Kami ingin memastikan para pekerja memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Itu yang terus kami kawal,” ujar Yassierli.

Setelah rencana kebijakan ini diumumkan, Maxim Indonesia, salah satu aplikator penyedia layanan transportasi daring, merespon atas rencana yang akan rampung di tahun 2026 ini.

Source: UNAS TV

Government Relation Maxim Indonesia, Muhamad Rafi, menilai pemerintah sudah memberikan atensi yang baik untuk ekosistem transportasi online di Indonesia. Ia juga berpesan untuk semua pihak yang terlibat dari pemerintah, stakeholders, serta mitra harus lebih didiskusikan karena rencana kebijakan ini berdampak cukup besar.

Menurutnya driver ojek online (ojol) dengan status mitra, bisa lebih fleksibel untuk waktu kerja dan penghasilan yang didapat. Dengan kondisi yang serba digital, ojek online (ojol) dengan status mitra masih lebih relevan dibandingkan dengan status pekerja tetap.

“Dampak yang cukup besar, kami saat ini masih melihat relevansi status kemitraan karena fleksibilitas mitra bisa mengambil orderan sesuai dengan keinginannya, jam nya juga jauh lebih fleksibel, orderan lebih fleksibel dan ini  secara konsep model platform digital lebih relevan” ucap Rafi.

Maxim Indonesia mengedepankan komunikasi dari semua pihak terkait untuk menyesuaikan segala potensi yang mungkin akan terjadi kedepannya.

Konten Terkait