Tanggul Jati Padang Jebol Lagi, Petugas Kerahkan Tanggul Darurat

Senin, 03 Oktober 2025 17.00 WIB

Muhammad Rafly Dwieansyah – Anchor

Source: UNAS TV

JAKARTA – Tanggul di daerah Jati Padang, Jakarta Selatan, kembali jebol dan menyebabkan banjir yang merendam perkampungan warga. Hingga Senin (3/11), ada beberapa tempat di mana air masih menggenang setinggi betis orang dewasa. Tumpukan sampah juga tampak menumpuk di sekitar lokasi, sementara petugas terus melakukan penanganan di lapangan.

 

Untuk mencegah genangan mengalir ke daerah lain, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan segera membangun tanggul darurat dengan karung pasir dan kayu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melakukan perbaikan permanen setelah upaya awal ini. “Pelaksanaan penanganan ini kita dari Kamis sore masih di lokasi banjir. Untuk upayanya adalah kami menutup arus air untuk ke rumah-rumah warga menggunakan karung isi pasir dan menutupi tanggul yang jebol.” Ujar Dudi Cahyadi, sebagai salah satu petugas PPSU Kelurahan Jati Padang.

 

Jebolnya tanggul terjadi akibat peningkatan volume air yang tinggi disertai kondisi struktur tanggul yang sudah melemah, sehingga tidak mampu menahan tekanan air. “Awal jebolnya tanggul ini hari Kamis, 30 September 2025, siang hujan cukup deras sampai sore habis ashar. Kami semua masih di jalur masing-masing seperti biasa dan informasi tanggul baswedan jebol, lalu dapat instruksi dari pimpinan untuk menangani tanggul jebol ini.” Ujar Dudi Cahyadi.

 

Aktivitas warga sekitar juga terpengaruh oleh banjir ini. Beberapa rumah masih tergenang, dan beberapa penghuni memilih pindah ke tempat yang lebih aman. Sejumlah jalan menjadi lebih sulit dilalui oleh kendaraan.

 

Sejak kejadian tersebut, petugas gabungan segera melakukan penanganan darurat, termasuk membersihkan material tanggul yang runtuh, memperkuat dinding sementara, dan melakukan pemantauan rutin ketinggian air.

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin bahwa penanganan tidak akan berhenti sampai kondisi di lokasi benar-benar aman dan stabil. Karena cuaca ekstrem dan musim hujan masih berlangsung, warga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air.

 

Masyarakat berharap bahwa langkah perbaikan utama ini akan memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah banjir serupa terjadi dikemudian hari.

Konten Terkait