BPJS Naik Lagi? DPR Semprot Pemerintah: Harusnya R akyat Digratiskan!
BPJS Naik Lagi? DPR Semprot Pemerintah: Harusnya R akyat Digratiskan! Rabu, 29 April 2026 17.00 WIB Dinda Rahma Aulia Khairunisa
Kamis, 30 April 2026 17.00 WIB
Nadia Ramadhani – Kreatif
Tragedi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line pada Senin (27/04) di Stasiun Bekasi Timur, kembali memicu kekhawatiran publik terhadap keselamatan pengguna KRL. Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena menimbulkan pertanyaan besar terkait keamanan rangkaian kereta, termasuk posisi gerbong yang dinilai dapat mempengaruhi tingkat risiko saat kecelakaan terjadi.
Menanggapi hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong wanita dipindahkan ke bagian tengah rangkaian dan gerbong laki-laki dipindahkan ke ujung rangkaian. Usulan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang perempuan, dengan anggapan bahwa posisi tengah relatif lebih aman dibandingkan bagian depan maupun belakang kereta.
Namun, usulan tersebut menuai kritik dari masyarakat. Sebagian penumpang, khususnya laki-laki, menilai kebijakan ini berpotensi menciptakan ketimpangan karena dianggap memindahkan resiko ke kelompok lain. Isu ini pun berkembang menjadi perdebatan publik yang menyoroti aspek keadilan dalam kebijakan transportasi.
Menanggapi perdebatan tersebut, Maryam Salsabila Mahasiswa Universitas Nasional menilai bahwa wacana menteri PPPA dapat memicu reaksi negatif dari publik karena dianggap “mengorbankan” kelompok tertentu. “Amat bisa, bahkan saat ini sudah muncul emosi-emosi dari laki-laki, dan hal ini wajar sekali. Dikarenakan jika kecelakaan terjadi kembali, korbannya laki-laki juga” ujarnya.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan KRL tidak bisa diselesaikan hanya melalui pengaturan posisi gerbong. Publik berharap adanya langkah yang lebih menyeluruh, termasuk peningkatan sistem keamanan agar keselamatan seluruh penumpang dapat terjamin tanpa menimbulkan perdebatan baru.
BPJS Naik Lagi? DPR Semprot Pemerintah: Harusnya R akyat Digratiskan! Rabu, 29 April 2026 17.00 WIB Dinda Rahma Aulia Khairunisa
Pemprov DKI Tata 445 RW Kumuh, Bantaran Rel Diutamakan! Selasa, 28 April 2026, 17.00 WIB Nazwa Putri Sakura – Kreatif