Tilang Elektronik Solusi Menuju Ketertiban Lalu Lintas atau Kesenjangan?

Kamis, 17 April 2025 19:30 WIB

Shabira Fandra

Source: UNAS TV

Sistem Tilang Elektronik (e-TLE) telah menjadi topik hangat perbincangan di masyarakat.  Penerapannya yang masif di beberapa kota besar di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan ketertiban lalu lintas dan menekan angka pelanggaran. Namun, seperti halnya teknologi baru lainnya, e-TLE juga menimbulkan pro dan kontra.

Salah satu kontroversi utama  sistem Tilang Elektronik adalah penerapannya kepada tukang parkir yang memindahkan motor. Beberapa warga  mengatakan bahwa seringkali tukang parkir  hanya membantu menata kendaraan agar parkir lebih rapi dan tidak semrawut, sehingga tidak  seharusnya ditilang.

“Sistem e-TLE harusnya lebih cerdas membedakan pelanggaran lalu lintas sebenarnya dengan pengaturan parkir yang tidak bertujuan melanggar.” Ujar Aris Fadhilah

Meskipun sistem e-TLE  berpotensi  meningkatkan  ketertiban  lalu lintas,  implementasinya  saat  ini  masih  menuai  kontroversi dan  kebingungan  di  masyarakat.  Perbaikan  sistem,  sosialisasi  yang  efektif,  serta  mempertimbangkan  pengecualian  untuk  kondisi  tertentu  menjadi  kunci  agar  sistem  e-TLE  dapat  berjalan  dengan  baik  dan  bermanfaat  bagi  semua  pihak.

“Sistem ini harus dievaluasi secara berkala, dilihat dampaknya di masyarakat dan diperbaiki terus-menerus. Yang paling penting, sistem ini harus adil dan tidak hanya menyasar masyarakat.” Ujar Muhammad Esra Maulana.

Konten Terkait