Perempuan Lebih Kuat Menahan Sakit Dibanding Pria, Stop Anggap Mereka Lemah

Senin, 2 Juni 2025 00:20 WIB

Lutfiana Cinta – Kreatif

Source: Freepik

Sebagian orang masih menganggap perempuan sebagai kaum lemah yang perlu dilindungi. Padahal, faktanya justru perempuan memiliki ketahanan terhadap rasa sakit yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Perempuan mampu mentoleransi berbagai bentuk rasa sakit yang mereka alami, mulai dari nyeri menstruasi, proses persalinan, hingga tekanan emosional yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Jenis kelamin memang bukan satu-satunya penentu dalam hal ketahanan terhadap rasa sakit, sebab faktor genetik, pengalaman hidup, serta pola kebiasaan juga turut memengaruhi. Namun, pengalaman biologis yang dialami perempuan setiap bulan, yakni menstruasi yang sering kali disertai nyeri secara tidak langsung melatih daya tahan terhadap rasa sakit.

Fakta Ilmiah Perempuan Lebih Tahan Sakit

Pernyataan bahwa perempuan lebih sensitif terhadap rasa sakit bukan sekadar anggapan, melainkan telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah, seperti Studi yang dipublikasikan dalam German Medical Science tahun 2012. Studi tersebut menunjukkan bahwa perempuan lebih sensitif terhadap nyeri mekanis dibanding laki-laki. Penelitian lain yang dilakukan oleh Universitas Stanford pada tahun 2012, menemukan perempuan cenderung mengalami nyeri lebih tinggi satu poin dalam skala 1–10 dibanding pria, berdasarkan 11.000 data.

Hormon estrogen pada perempuan memang sangat mempengaruhi reseptor nyeri dan meningkatkan produksi endorfin, sehingga dapat meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit. Secara psikologis, perempuan cenderung terbiasa mengekspresikan dan mengelola rasa sakit, selain itu pengalaman rutin menghadapi nyeri setiap bulan ketika menstruasi dapat membentuk mentalitas yang meningkatkan daya tahan mereka.

Konten Terkait