Pemprov DKI Realistis Soal Tarif Transjakarta

Senin, 27 Oktober 2025 17.00 WIB

Fahma Fitri Ayu – Kreatif

Source: UNAS TV

Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membuka peluang untuk menaikkan tarif layanan TransJakarta yang selama ini dipatok Rp3.500 menjadi Rp5.000 per penumpang. Wacana kenaikan ini dinilai sebagai langkah realistis, mengingat rasio pemulihan biaya operasional atau cost recovery TransJakarta terus menurun dari tahun ke tahun.

Dalam pembahasan awal, Pemprov DKI baru merancang kemungkinan tarif baru TransJakarta tersebut. Kenaikan ini, menurut Dishub, akan membantu menjaga keberlanjutan layanan transportasi umum yang saat ini menjadi andalan warga Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa tarif TransJakarta tidak pernah berubah sejak tahun 2005, sementara biaya operasional terus meningkat seiring dengan inflasi dan kenaikan harga barang.

“Akibatnya, kemampuan perusahaan untuk menutup biaya dari pendapatan penumpang menjadi semakin kecil,” ujar Syafrin.

Ia menambahkan, penyesuaian tarif diperlukan agar kondisi keuangan TransJakarta kembali seimbang. Namun, perubahan tarif hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan DPRD DKI Jakarta, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2014.

“Gubernur DKI berwenang menetapkan tarif TransJakarta setelah dilakukan pembahasan bersama DPRD,” jelasnya.

Salah satu pengguna setia TransJakarta, Bu Yati, menyampaikan harapannya agar pemerintah tidak menaikkan tarif terlalu tinggi. “Kalau kita sih namanya warga memang membutuhkan TransJakarta. Kalau bisa jangan naik, tapi kalau naik dikit aja dari Rp3.500, misal jadi Rp4.000. Kasihan kalau kemahalan, soalnya yang naik kebanyakan mahasiswa, ibu rumah tangga, atau para pekerja,” ujarnya saat ditemui di Halte Jati Padang, Jakarta Selatan. 

Meski langkah penyesuaian tarif dinilai perlu demi menjaga keberlanjutan layanan, kebijakan ini tetap harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Pemerintah diharapkan mampu menemukan titik tengah antara kebutuhan operasional dan kemampuan warga membayar. 

Harapan masyarakat jelas TransJakarta harus tetap menjadi moda transportasi publik yang terjangkau, inklusif, dan berpihak pada rakyat kecil.

Konten Terkait