Usulan Menteri PPPA Tuai Kritik, Laki-laki Merasa Jadi Pihak yang Di ‘Tumbalkan’
Usulan Menteri PPPA Tuai Kritik, Laki-laki Merasa Jadi Pihak yang Di ‘Tumbalkan’ Kamis, 30 April 2026 17.00 WIB Nadia Ramadhani
Sabtu, 15 Maret 2025 14:39 WIB
Naura Nazifah – Kreatif
Toraja, adalah sebuah wilayah di Sulawesi Selatan yang terkenal akan keindahan alamnya, menyimpan tradisi unik yang membangun jembatan antara kehidupan dan kematian. Salah satu tradisi yang paling unik adalah Mane’ne. Ritual ini bukan hanya simbolis yang penting, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna dan cinta kepada leluhur.
Mane’ne berasal dari cerita Pong Rumasek, seorang pemburu yang menemukan jasad di hutan dan dengan penuh kasih merawatnya. Setelah itu, Pong Rumasek diberkati dengan panen melimpah, yang diyakini sebagai tanda keberkahan dari leluhur. Hingga kini, masyarakat Toraja memandang Mane’ne sebagai simbol cinta dan penghargaan terhadap mereka yang telah mendahului.
Meski mayoritas masyarakat Toraja kini memeluk agama Kristen, tradisi Mane’ne tetap bertahan dengan penyesuaian nilai-nilai teologis. Sebuah studi di Jurnal Jaffray (Kristanto dkk., 2024) menunjukkan bahwa Mane’ne tidak bertentangan dengan ajaran Kristen selama tidak ada unsur penyembahan kepada leluhur. Sebaliknya, tradisi ini dipandang sebagai bentuk penghormatan etis terhadap jasad manusia yang diciptakan menurut gambar Tuhan. Ritual ini mengajarkan nilai cinta kasih, penghormatan, dan penghargaan terhadap kehidupan.
Selain aspek spiritual, Mane’ne juga merepresentasikan harmoni antara tradisi dan modernitas. Ritual ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan asal-usul dan sejarah keluarga, yang menjadi fondasi untuk menapaki masa depan. Dengan tradisi ini, masyarakat Toraja merawat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta cinta kepada keluarga.
Mane’ne bukan hanya sekadar ritual adat, melainkan warisan budaya yang memiliki banyak makna. Ia adalah pengingat bahwa kehidupan dan kematian adalah bagian dari siklus yang saling terhubung, dan penghormatan kepada leluhur adalah bentuk cinta yang paling tulus. Tradisi ini mengajarkan kita bahwa menghargai masa lalu adalah langkah penting untuk membangun masa depan yang lebih berarti.
Sumber : jurnal jaffray (The Corpse in the Grave:A Theological-Ethical Sudy of the Ma’ nene Tradition in the Torajan Context)
Usulan Menteri PPPA Tuai Kritik, Laki-laki Merasa Jadi Pihak yang Di ‘Tumbalkan’ Kamis, 30 April 2026 17.00 WIB Nadia Ramadhani
BPJS Naik Lagi? DPR Semprot Pemerintah: Harusnya R akyat Digratiskan! Rabu, 29 April 2026 17.00 WIB Dinda Rahma Aulia Khairunisa