Usulan Menteri PPPA Tuai Kritik, Laki-laki Merasa Jadi Pihak yang Di ‘Tumbalkan’
Usulan Menteri PPPA Tuai Kritik, Laki-laki Merasa Jadi Pihak yang Di ‘Tumbalkan’ Kamis, 30 April 2026 17.00 WIB Nadia Ramadhani
Senin, 24 Maret 2025 17:37 WIB
Esqi Kusuma Negara – Kreatif
Meksiko, negara dengan populasi terbesar ke-11 di dunia, memiliki lebih dari 130 juta penduduk dan terletak di bagian selatan Amerika Utara. Selain dikenal dengan budaya yang kaya akan kuliner yang beragam, negara ini juga memiliki pola konsumsi minuman manis yang sangat tinggi.
Salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di Meksiko adalah Coca-Cola. Minuman ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, baik di kota besar maupun pedesaan. Tingginya konsumsi Coca-Cola di Meksiko bahkan melampaui banyak negara lain, menjadikannya salah satu pasar terbesar bagi merek minuman bersoda tersebut.
Coca-Cola pertama kali masuk ke Meksiko pada tahun 1926, Coca-Cola merupakan salah satu minuman bersoda asal Amerika yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Meksiko. Saking seringnya masyarakat Meksiko mengkonsumsi minuman bersoda tersebut, mereka bahkan sampai dijuluki sebagai negara yang paling kecanduan Coca-Cola.
Minuman Coca-Cola menjadi candu yang meresahkan, kecanduan Coca-Cola yang terjadi di Meksiko ini mengkhawatirkan dunia kesehatan karena masyarakat di sana lebih memilih minuman bersoda dibandingkan air putih. Coca-Cola bahkan telah dianggap sebagai minuman pokok mereka, tak tanggung-tanggung masyarakat Meksiko bisa minum hingga 2 liter Coca-Cola dalam sehari.
Salah satu dampak terbesar dari konsumsi Coca-Cola yang tinggi di Meksiko adalah obesitas, dengan jumlah rata-rata dari negara lain yang hanya 150 liter per tahun, sementara Meksiko bisa menghabiskan setidaknya 800 liter Coca-Cola setahun. Menurut data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 70% orang dewasa di Meksiko mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Ini juga menempatkan Meksiko sebagai salah satu negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia.
Usulan Menteri PPPA Tuai Kritik, Laki-laki Merasa Jadi Pihak yang Di ‘Tumbalkan’ Kamis, 30 April 2026 17.00 WIB Nadia Ramadhani
BPJS Naik Lagi? DPR Semprot Pemerintah: Harusnya R akyat Digratiskan! Rabu, 29 April 2026 17.00 WIB Dinda Rahma Aulia Khairunisa