Metode Matriks Eisenhower: Menentukan Skala Prioritas Tugas

Sabtu, 15 Maret 2025 14:58

Ines Martinda – Kreatif

Source: Instagram

Kalian pernah gak sih saking sibuknya seharian dan ngerasa bahwa 24 jam itu kurang?

Nyatanya, hal itu bisa terjadi karena beberapa faktor terutama terkait bagaimana kamu mengatur waktu untuk mengelola prioritas tugas yang membuat kamu berpikir bahwa 24 jam itu masih kurang dalam sehari. Memiliki jadwal yang sangat padat, baik itu pekerjaan, sekolah, atau tanggung jawab keluarga. Akibatnya, kamu merasa waktu berjalan terlalu cepat karena terfokus pada banyak hal yang harus dilakukan.

Kita sadar bahwa kita selalu dikejar waktu, terasa tugas kita tidak pernah ada habisnya. Kita juga sering sekali melanggar deadline. Kalaupun bisa menyelesaikan sebelum deadline, sudah dapat dipastikan bahwa kamu melakukannya dengan perjuangan yang cukup berat.

Membuat daftar tugas merupakan langkah pertama untuk menyelesaikan pekerjaan, kamu bisa menggunakan dimensi Planning and Goal Setting, seperti Google  Calendar,  Notion,  Google  Task,  maupun  secara  manual  dengan  menulis  di  notes  atau buku.  Kemudian, gunakan metode Matriks Eisenhower untuk menentukan tugas

Eisenhower Matrix adalah alat time management untuk mengevaluasi dan mengatur prioritas tugas berdasarkan urgensi dan kepentingannya. Konsep utama dari matrix ini adalah membagi tugas menjadi empat kategori berbeda, yaitu:

  • Urgent & Important: Lakukan segera.
  • Important but Not Urgent: Jadwalkan untuk dikerjakan.
  • Urgent but Not Important: Delegasikan jika bisa.
  • Not Urgent & Not Important: Hindari atau meminimalkan.

 

Kemudian gunakan dimensi Reviewing and Record Keeping sebagai bahan evaluasi dan peningkatan efektivitas. Kamu dapat memahami pentingnya melakukan review dan pencatatan untuk memaksimalkan waktu dan produktivitas. Meskipun masih ada tantangan dalam menerapkan Reviewing and Record Keeping secara konsisten, tetapi aktivitas ini memberikan wawasan baru dan membantu kamu dalam menyesuaikan pola kegiatan.

Dan yang terakhir, dimensi Controlling and Organizing menjadi kunci untuk menghindari pemborosan waktu dan mengontrol situasi yang mendesak. Kamu yang berhasil mengendalikan waktu dan mengatur jadwalnya merasa lebih siap menghadapi situasi yang mendesak dan lebih produktif dalam menyelesaikan tugas. Dukungan sosial juga memberikan kontribusi positif dalam manajemen waktu. Dalam konteks manajemen waktu, dukungan sosial dapat berupa pemberian informasi pada orang sekitar dapat seperti saran,  umpan balik, yang dapat membantu kamu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Konten Terkait