Pembelian Cabai Rawit di Pasar Mengalami Penurunan

Kamis, 20 Agustus 2026 17.00 WIB

Nayshilla Ferdian – Kreatif

Source: UNAS TV

Lesunya kondisi perekonomian saat ini mulai berdampak nyata pada sektor perdagangan pangan di pasar tradisional. Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah cabai rawit. Di tingkat pedagang, terjadi penurunan pembeli dan pendapatan harian secara signifikan yang dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat.

Kesaksian pedagang mengungkapkan bahwa penurunan jumlah konsumen mulai dirasakan sejak satu bulan terakhir. “Kalau mulai sebulan ini ya, penurunan pembeli itu sangat drastis. Se-50% sebulan terlebih,” ujar Rubiyanto (20/8). Situasi ini berdampak pada penurunan omset pedagang cabai di Pasar Minggu.

Source: UNAS TV

Para pedagang cabai di Pasar Minggu menyampaikan bahwa penurunan daya beli disebabkan oleh mahalnya harga cabai yang mencapai kurang lebih Rp50.000 per-kilogram, sehingga pembeli merasa harga tersebut terlalu mahal dan menyebabkan terjadinya penurunan daya beli. “Soalnya cabainya mahal” ujar Ratih salah satu pedagang cabai di Pasar Minggu (20/8).

 

Situasi ini memaksa pedagang untuk memutar otak agar menghindari kerugian akibat pembusukan stok cabai yang menumpuk di lapak. Mereka mulai mengurangi stok cabai perhari dari distributor hariannya. Melalui pengurangan stok, para pedagang berharap dapat menghindari kerugian mendatang dan mempertahankan stabilitas modal usaha mereka di tengah kondisi pasar yang sepi pembeli. 

Konten Terkait